Namanya juga negara sekuler. Ya jelas agama tempatnya di bawah hukum positif. Lalu kenapa musti ribut? Ya sebetulnya bukan mau ribut sih. Kita kan pengamat. Asik aja gitu ngamatin perilaku berbahasa Pak Menteri. hehehe
Archive for October, 2008
Apa Kabar Semua?
Sebetulnya saya hanya ingin menguji blog friendster saja. Apakah masih senang mengucilkan diri? Ataukah speedy masih seperti siput? hehehe
Jadi, apa kabar Anda hari ini?
Sudahkah kita bersyukur hari ini?
FS Cupu!
Heyheyhey!
Saya baru saja nyadar kalo blog friendster sekarang gak bisa lagi dibikin buat tautan balik ke blog saya yang lain. Yah, padahal tadinya itu salah satu tujuan bikin blog fs ini. hehehe
Passive Income Euy!
Sudah kodrat manusia menyenangi cara gampang dan mudah serta tak banyak susah, tapi duit ngalir deras. hehehe
Itu yang biasanya kita sebut bisnis passive income. Tinggal ongkang-ongkang kaki, rekening bank terus bertambah. Tapi hati-hati, tidak semua yang tampak enak betul-betul enak. Tidak semua yang pasif bisa menghasilkan pendapatan.
Alhamdulillah salah satu pos passive income saya akhir-akhir ini turut menyumbang dolar. Walau terkesan receh, tapi tetap harus disyukuri. Namanya juga rejeki, biar terkesan sedikit, tetap saja belum tentu tiap orang mendapatkannya. hehehe
Iya, siapa yang gak mau? CD 4Peniti. Gratis pula. Dapetnya langsung dari vokalis/gitarisnya pula. Sungguh suatu anugerah tak terkira. hahahaha
Eh kok malah ketawa. Bersyukur khusyu dong yah. Alhamdulillah
Mau tau gimana ceritanya bisa dapetin itu CD? Ada kok di sini, baca aja! hehe
Oh, gak tau 4Peniti tuh apaan? Waduh, ini bukan sejenis mesin jahit atau alat jahit, bok! Kalau belom tau, ya langsung aja cek di sini deh…
Reuni Rada Terbatas
Ini sedikit cerita tentang bertemunya empat makhluk langka alumni SMPN 1 Bandung Kelas F angkatan ‘95.
Riwayat Kata OK
Kata “OK” sudah sangat akrab bagi kita, dan bisa jadi ini adalah kata dalam bahasa Inggris yang paling tersebar luas ke seluruh dunia. Kata ini digunakan oleh para penutur bahasa-bahasa yang masih satu rumpun dengan bahasa Inggris, hingga yang berbeda rumpun. Bahkan orang-orang Rusia yang tidak mengenal susunan vokal+konsonan seperti ini, tetap fasih melafalkan “OK”. Demikian pula orang-orang Arab.